1.
TEORI
ORGANISASI
Manusia
adalah mahluk social yang cinderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur
dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai sautu tujuan tetapi karena
keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya
kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Beberapa
definisi tentang Organisasi:
Menurut
ERNEST DALE:
Organisasi
adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan
pemeliharaan suatu struktur atau pola
hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Menurut CYRIL SOFFER:
Organisasi adalah perserikatan
orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja
dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan
kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
Menurut
KAST & ROSENZWEIG:
Organisasi adalah sub system
teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system
manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang
berorenteasi pada tujuan.
Definisi
UMUM:
“Kelompok orang yang secara
bersama-sama ingin mencapai tujuan”
2. STRUKTUR ORGANISASI
Robbins (2007) mendefinisikan struktur organisasi sebagai penentuan
bagaimana pekerjaan dibagi, dibagi, dan dikelompokkan secara formal.
Sedangkan organisasi merupakan unit sosial yang dikoordinasikan secara
sadar, terdiri dari dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang
relatif terus-menerus guna mencapai serangkaian tujuan bersama.
Dalam konteks desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai
proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan,
proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau
tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur
organisasi.
Ada enam elemen yang perlu diperhatikan oleh para
manajer ketiak akan mendesain struktur organisasi. Ke-enam elemen tersebut
meliputi :
1.
Spesialisasi Pekerjaan adalah sejauh mana tugas-tugas
dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri
2.
Departementalisasi adalah dasar yang dipakai untuk
mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama
3.
Rantai komando adalah garis wewenang yang tanpa putus
yang membentang dari puncak organisasi ke unit terbawah dan menjelaskan siapa
yang bertanggung jawab kepada siapa. Wewenang sendiri merupakan hak yang
melekat dalam sebuah posisi manajerial untuk memberikan perintah dan untuk
berharap bahwa perintahnya tersebut dipatuhi
4.
Rentang Kendali adalah jumlah bawahan yang dapat
diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif
5.
Sentralisasi – Desentralisasi. Sentralisasi adalah
sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di
dalam organisasi
6.
Formalisasi adalah sejauh mana pekerjaan pekerjaan di
dalam organisasi dilakukan.
7.
Rentang kendali adalah
B. DESAIN ORGANISASI YANG UMUM
1. Struktur Sederhana (simple structure)
Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar
departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang
terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi.
Struktur sederhana paling banyak digunakan oleh usaha-usaha kecil di mana
manajer dan pemilik adalah sama.
Kekuatan utama dari struktur sederhana ini terletak pada kesederhanaanya.
Cepat, fleksibel, tidak mahal untuk dikelola, dan akuntabilitasnya jelas. Sedangkan
kelemahannya adalah tidak bisa diterapkan pada organisasi yang besar. Hal ini
karena ketika diterapkan pada organisasi yang besar dimana formalisasi-nya yang
rendah dan sentralisasinya yang tinggi akan menyebabkan kelebihan beban
(overload) informasi di puncak. Pengambilan keputusan akan berjalan lambat
karena tergantung kepada satu orang yaitu pemilik sekaligus pimpinan
organisasi.
2. Struktur Birokrasi
Struktur birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas birokrasi yang
sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang
sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen
fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali sempit, dan pengambilan
keputusan mengikuti rantai komando.
Kekuatan utama birokrasi adalah terletak pada kemampuannya menjalankan
kegiatan-kegiatan yang terstandar secara efisien. Menyatukan beberapa
kekhususan dalam departemen-departemen fungsional menghasilkan skala ekonomi,
duplikasi yang minim pada personel dan perlatan, dan karyawan memiliki kesempatan
untuk berbicara “dengan bahasa yang sama” di antara rekan-rekan sejawat mereka.
Sedangkan kelemahan struktur birokrasi adalah berlebihan dalam mengikuti
aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi, kurang inovatif dan birokrasi hanya
efisien sepanjang karyawan menghadai masalah-masalah yang sebelumnya sudah
diatur dengan jelas cara penyelesaiannya. Artinya, ketika dihadapkan pada
permasalahan baru, struktur birokrasi menjadi tidak efisien lagi karena
diperlukan aturan-aturan baru untuk menyelesaikan permasalah tersebut.
3. Struktur Matrik
Struktur matrik adalah sebuah struktur uang menciptakan garis wewenang ganda
dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk. Struktur ini dapat
ditemukan pada agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, labolatorium
penelitian, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, dll.
Kekuatan departementalisasi fungsional terletak misalnya pada penyatuan para
spesialis , yang meminimalkan jumlah yang diperlukan sembari memungkinkan
pengumpulan dan pembagian sumber-sumber daya khusus untuk seluruh produksi.
Sedangkan kelemahannya adalah sulit mengkoordinasi tugas para spesialis
fungsional yang beragam agar kegiatan mereka selesai tepat waktu dan tepat
anggaran.
Karakteristik struktur matrik ia mematahkan konsep kesatuan komando.
Karyawan yang berada dalam struktur matrik memiliki dua atasan (misal manajer
produksi dan manajer fungsional).
Kelemahan utama dari struktur matrik adalah sering menyebabkan kebingungan
yang dapat meningkatkan stres karena ada ambiguitas peran sekaligus dapat
menciptakan konflik.
C. MODEL-MODEL STRUKTUR
1. Model Mekanistik
1.
Mechanistic. Pada organisasi yang berbentuk mechanistic,
terdapat ciri-ciri yaitu: adanya tingkat formalisasi yang tinggi, tingkat
sentralisasi yang tinggi, training atau pengalaman kerja yang sedikit atau
tidak terlalu penting, ada span of control yang lebar serta adanya
komunikasi yang bersifat vertikal dan tertulis.
2.
Mostly Mechanistic. Pada jenis organisasi ini,
terdapat ciri-ciri yaitu: adanya formalisasi dan sentralisasi pada tingkat
moderat, adanya training-training yang bersifat formal atau wajib, span of
control yang bersifat moderat serta terjadi komunikasi tertulis maupun
verbal dalam organisasi tersebut
2. Model Organik
1.
Organic. Pada organisasi yang berbentuk organic,
maka dalam organisasi ini terdapat tingkat formalisasi yang rendah, terdapat
tingkat sentralisasi yang rendah, serta diperlukan training dan pengalaman
untuk melakukan tugas pekerjaan. Selain itu terdapat span of control yang
sempit serta adanya komunikasi horisontal dalam organisasi.
2.
Mostly Organic Pada organisasi yang berbentuk mostly
organic, formalisasi dan sentralisasi yang diterapkan berada di tingkat
moderat. Selain itu diperlukan pengalaman kerja yang banyak dalam organisasi
ini. Terdapat span of control yang bersifat antara moderat sampai
lebar serta lebih banyak komunikasi horisontal yang bersifat verbal dalam
organisasi tersebut.
D. FAKTOR PENYEBAB PERBEDAAN STRUKTUR ORGANISASI
1.
Strategi. Struktur organisasi adalah salah satu sarana
yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan
dari strategi organisasi maka logis kalau strategi dan struktur harus terkait
erat. Lebih tepatnya, struktur harus mengikuti strategi
2.
Ukuran. Ukuran adalah besarnya suatu organisasi yang
terlihat dari jumlah orang dalam organisasi tersebut.
3.
Teknologi Organisasi. Teknologi organisasi adalah dasar
dari subsistem produksi, termasuk teknik dan cara yang digunakan untuk mengubah
input organisasi menjadi output.
4.
Lingkungan. Lingkungan mencakup seluruh elemen di luar
lingkup organisasi. Elemen kunci mencakup industri, pemerintah, pelanggan,
pemasok dan komunitas finansial.
3. ANALISA
PERBEDAAN DAN HUBUNGAN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
1.Organisasi
Formal
Organisasi
formal memiliki struktur organisasi jaringan yang terstruktur padu dan
berkompeten terhadap posisinya, dan memiliki peranan tersendiri dalam suatu
organisasi tersebut dimana ia harus bertanggung jawab atau bersifat
mengharuskan terhadap peranannya.
Contoh
organisasi formal :
Organisasi
Kementrian Kesehatan RI
2.Organisasi
Informal
Adalah
suatu organisasi yang juga memiliki struktur juga namun bersifat lebih tidak
representetif atau tidak terlalu membebani karena tidak semua pengurus di
organisasi ini hanya bekerja pada organisasi ini saja, sebagian dari mereka
bahkan memiliki pekerjaan lain yang mempunyai prioritas lebih. Organisasi
informal memiliki ruang lingkup yang relative lebih kecil dibanding organisasi
formal