Senin, 19 Oktober 2015

T1_RIZKYTANJANI(39114727)

T1_39114727(Rizky Tanjani)

Definisi Informasi
Informasi adalah Sekumpulan data/ fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerim. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga di katakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.
informasi yang sangat mendasar bagi suatu perusahaan dalam mengembangkan
manajemennya adalah sebagai :

·            pengaruh ekonomi internasional.
Perusahaan sangat membutuhkan informasi ini karena dalam hal ini perusahaan tidak lagi bersaingan hanya dalam negeri melainkan semua negara. Apabila perusahaan tidak mendapat informasi ini perusahaan tersebut bisa kalah bersaing dengan perusahan perusahan lain dari semua negara.

·            persaingan dunia.

·            batas waktu yang singkat.
Pada saat ini semua operasi perusahaan dilakukan dengan cepat. Dengan telefon perusahaan akan lebih cepat mendapat informasi untuk pengoperasian perusahaan.

·            kendala-kendala social
Dalam mengembangkan manajemennya setiap perusahaan membutuhkan seorang manajemen atau manajer.  Agar perusahaan tersebut bisa berkembang seorang manajemen perlu mengelola perusahaan tersebut dengan beberapa sumber, yaitu :

·            Kompleksitas teknologi
Setiap perusahaan membutuhkan teknologi untuk memenuhi  operasi perusahaan tersebut. Karena dengan adanya teknologi perusahaan akan lebih mudah mengoperasikan kebutuhan perusahaan itu.






Contoh Perusahaan:

PT.Pop Mie
Pada perusahaan POP MIE yang memiliki lebih dari 1000 pabrik dan tersebar diseluruh Indonesia tidak dapat mengamati unsur fisik (penjual, karyawan, pelanggan, dsb) secara langsung. Manajer akan menggunakan tampilan laporan sebagai informasi untuk mengetahui keberadaan perusahaan dan pabrik. Dengan demikian informasi merupakan sumber yang paling penting bagi seorang manajer.

Lima sumber yang dikelola oleh manajemen :
1.      manusia: manusia berperan penting dalam proses pengelolaanmanajemen,karena disinilah titik tonggak pengolahan informasiyang akan disampaikan dan diatur dalam sebuah prosesmanajemen pada suatu perusahaan atau instansi tertentu.
2.      Material: material adalah salah satu sumber yang bisa dikelola seorang manajer untuk Dijadikan barang modal yang akan diproses dalam system informasi manajemen ataupun perusahaannya sendiri untuk di transaksikan.
3.      Uang : uang adalah modal yang sangat penting dalam menunjang sarana penting keseimbangan proses manajemen yang diterapkan serta menjadi sebuah sarana penting dalam sebuh perusahaan.
4.      Mesin : mesin adalah salah satu sumber penghasilan dan penyempurnaan dari material yang sudah diolah dan bisa menjadikan sebuah alat yang bisa mendatangkan keuntungan dari hasil proses dan transaksi yang dilakukan dan bisa membatu dalam kelancaran proses kegitan dalam perusahaan.
5.      Informasi : adalah data-data yan perlu disimpan dan diolah karena sangat penting, setiap informasi yang masuk perlu diolah dan didistribusikan kepada 4 titik point penting seperti yang dijelaskan diatas.


Sumber :








Elemen Lingkungan yang berhubungan dengan Perusahaan dalam hal ini Elektronik adalah sebagai berikut:
1. Internet
2. Telepon / Handphone
3. Faximille/Telegram
4. Jaringan Komputer Kabel/Nirkabel
Penjelasan:
1. Dengan Menggunakan Internet sebuah perusahaan dapat mengetahui pangsa pasar modal,serta pengiriman, pendistribusian barang/jasa/sumber daya dapat dikelola dengan baik.
2. Dengan Telepon/Handphone dapat membuat sebuah perusahaan bisa saling terhubung dan sebagai media antar perusahaan satu dengan yang lain ataupun dengan konsumen.
3. Faximille/Telegram sebuah perusahaan dapat mengirimkan dan menerima informasi informasi terkait walaupun dengan proses yang terlampau lama setidaknya bisa menggantikan proses pengolahan datainformasi secara manual.
4. Jaringan Komputer dapat digunakan setiap perusahaan dengan konsumen ataupun dengan instansi tertentu untuk membuat sebuah kerjasamamanajemen yang baik.




Rabu, 03 Juni 2015

Daya Juang

Pengertian Daya Juang
 Daya juang adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan dan upaya bergerak ke depan secara maksimal dan mengatasi segala kesulitan untuk mencapai tujuan tertentu dengan tipe quiter yaitu seseorang yang mudah menyerah, camper yaitu seseorang yang mudah puas, dan climber yaitu seseorang yang terus berusaha sampai titik puncak. Motivasi berprestasi adalah berbagai aktivitas yang dilakukan untuk menimbulkan dorongan, membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran yaitu berprestasi. 
Tujuan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas 7 SMP Strada Bhakti Utama Jakarta Selatan adalah mengetahui hubungan antara daya juang dan motivasi berprestasi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Metode pengumpulan data menggunakan skala penilaian, yang digunakan untuk mengukur daya juang dan motivasi berprestasi. Instrumen daya juang terdiri dari 60 pernyataan dan telah diujicobakan, 30 pernyataan dinyatakan valid dengan reliabilitas sebesar 0,929. Instrumen motivasi berprestasi terdiri dari 60 pernyataan yang telah diujicobakan, 25 pernyataan dinyatakan valid dengan reliabilitas sebesar 0,912.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara daya juang dengan motivasi berprestasi. Hal ini berarti semakin tinggi daya juang siswa, maka akan semakin tinggi juga motivasi berprestasinya. Sebaliknya, semakin rendah daya juang siswa, maka akan semakin rendah juga motivasi berprestasinya.Saran peneliti bagi Guru Pembimbing SMP Strada Bhakti Utama adalah memberikan bimbingan dan pelatihan kepada siswa mengenai daya juang dan motivasi berprestasi, supaya siswa dapat meningkatkan daya juang dan motivasi berprestasinya, sehingga memperoleh prestasi yang maksimal. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling adalah menambah kegiatan bimbingan dan pelatihan kepada siswa mengenai daya juang dan motivasi berprestasi sehingga dapat memberikan pengetahuan bagi siswa mengenai daya juang dan motivasi berprestasi. Bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling adalah dapat menjadikan penelitian ini sebagai bahan referensi, sehingga mahasiswa dapat lebih memahami kajian tentang daya juang dan motivasi berprestasi, sehingga dapat menambah wawasan mahasiswa untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan daya juang dan motivasi berprestasi yang dialami peserta didik, serta menerapkan daya juang dan motivasi berprestasi dalam kehidupan sehari – hari.Membangun Pribadi Anak yang Penuh Daya JuangLima Pembunuh Semangat Kerja Yang Merusak Karir Anda
  1. Kelemahan dan kebiasaan jelek atasan
  1. Pekerjaannya yang tidak habis-habisnya dan sering menyusahkan Anda
  1. Rekan kerja yang sulit diajak kerja sama dan egois
  1. Anak buah yang perilakunya menyebalkan dan sering bikin "naik darah"
  1. Atasan sering tidak memberikan dukungan ketika Anda alami kesulitan
  1. Anda sering merasa terjebak kerja di profesi ini, padahal Anda tidak suka
  1. Anda merasa gaji yang diterima tidak sesuai dengan keinginan Anda
  1. Anda merasa tidak diharga dan di apresiasi oleh atasan/ perusahaan
  1. Anda merasa tidak pernah dimotivasi oleh atasan
  1. Anda berpikir atasan sering tidak adil terhadap Anda
Ubah sudut pandang Anda secara positif, dan senantiasa mengucap syukur dengan apapun yang Anda miliki. (Freddy Liong, MBA, CBA)


Penulis : Roswitha Ndraha
Topik ini tercetus dari ayah saya waktu dia menonton talkshow Oprah Winfrey di TV beberapa bulan lalu. Oprah mewawancarai Lisa-Marie Presley, putri mendiang raja rock tahun 60-an, Elvie Presley. Sebagai anak orang yang terkenal, kehidupan Lisa-Marie pastilah tidak terkendala oleh uang. Tapi, apakah dia bahagia? Ayahnya mati tidak wajar. Pernikahannya dengan Michael Jackson yang seumur jagung itu, terus-menerus menjadi sorotan pers. Oprah menanyai Presley bagaimana dia menjalani hidup sebagai anak orang terkenal dan apa akibat hal-hal itu bagi keluarganya saat ini.
"Itu dia!" kata ayah kepada saya beberapa waktu kemudian, "yang diperlukan anak-anak zaman sekarang: menjadi pribadi yang berdaya juang dan tidak mudah menyerah."Sekarang Lisa-Marie adalah single parent dari tiga anak (sorry, kalau saya salah mengingat jumlah anak ini). Sebagai bintang, mudah baginya meninggalkan ketiga anaknya di tangan pembantu dan baby sitter. Tetapi, dalam wawancara itu dia mengatakan, "Saya ingin anak-anak saya mengerti pekerjaan saya, bagaimana saya berjuang, bagaimana saya hidup. Saya tidak ingin membesarkan anak-anak saya seperti saya dibesarkan dulu. Saya ingin mereka punya daya juang yang besar dan tidak mudah putus asa." Untuk itu Lisa-Marie membawa anak-anaknya ke mana pun dia pergi. Dia ingin anak-anaknya menyaksikan sendiri dan meneladani perjuangan hidup ibu mereka.
Saya sendiri sebagai anak, menyaksikan bagaimana ayah saya berjuang menjadikan dirinya "orang" (mengingat latar belakang keluarga ayah saya yang sangat miskin di Nias sana) dan bagaimana dia membangun keluarganya. Tentu saja ini tidak lepas dari peran ibu saya juga (secara status sosial ibu saya jauh di atas ayah saya). Tapi bagaimana ayah saya berjuang untuk sekolah, tidak putus asa walau tidak dihargai orang, jujur biarpun diancam, tetap bekerja walaupun tidak digaji. itu adalah cermin bagi kami. Tidak perlu lagi kata-kata.
Kalau dibilang hidup sekarang makin mudah untuk anak-anak kita, mungkin itu ada benarnya. Orang tua bekerja di luar rumah dan adanya pembantu yang membereskan semua kekacauan, mungkin salah satu penyebab. Saya baru menyadari bahwa hampir semua tetek-bengek di rumah, dikerjakan orang lain. Kalau pembantu cuti, ketahuan aslinya penghuni rumah!
Anak saya yang besar, laki-laki, 12 tahun, SMP 2, sampai sekarang belum bisa mencuci pakaian sendiri. Membersihkan kamar pun mesti tiap kali disuruh, termasuk membereskan hal-hal kecil, menaruh handuk atau membawa piring kotor ke dapur. Dia sedang belajar menggosok pakaian. Dia juga bisa masak makanan untuk dia sendiri. Tapi saya rasa bukan itu yang disebut daya juang.
Dalam sebuah seminar orang tua yang saya dengar beberapa hari lalu, psikolog menemukan bahwa daya juang anak-anak sekarang rendah. Orang tua yang bekerja menghasilkan cukup uang untuk anak-anak membeli apa yang mereka mau. Sebagian orangtua Kristen mengajari anak berdoa untuk meminta sesuatu. Tidak salah, tapi tidak cukup hanya itu. Anak-anak yang punya daya juang rendah juga cenderung menjadi anak yang underachievement, anak yang berprestasi di bawah potensinya. Di zaman yang makin lama makin penuh kompetisi ini, bagaimana membangun anak yang siap bersaing dalam segala hal?
Saya bertanya kepada beberapa orang sebuah pertanyaan sederhana yaitu, "Menurut Anda, apakah motivasi atau semangat hidup itu penting? Dan kenapa?". Saya mendapatkan berbagai versi jawaban. Namun saya memiliki versi jawaban tersendiri. Semangat hidup atau motivasi tinggi adalah "amunisi" bagi setiap kita untuk menghadapi berbagai persoalan hidup, rintangan dan kesulitan dalam rangka mencapai cita-cita atau sasaran hidup kita. Tanpa "amunisi" semangat hidup yang "banyak", kita akan tidak memiliki cukup "power" di dalam menghadapi berbagai persoalan dan tekanan hidup.
Lalu pertanyaan saya yang selanjutnya,"Mana yang lebih penting bagi Anda, semangat hidup atau televisi Anda di rumah?". Kebanyakan orang pasti menjawab semangat hidup lebih penting dari pada televisi di rumah.
Kemudian saya lanjutkan pertanyaan terakhir,"Bila Anda mengatakan semangat hidup lebih penting, mana yang Anda jaga baik-baik setiap hari? Anda lebih menjaga secara ketat televisi Anda di rumah (supaya tidak dicuri orang), atau Anda  menjaga baik-baik semangat hidup Anda setiap hari?". Maka banyak orang mulai terbuka pikirannya, dan mengambil kesimpulan, "Iya juga ya, kenapa saya tidak jaga secara baik-baik semangat hidup saya? Kok saya lebih merawat televisi saya ketimbang semangat juang saya yaaaa...."

Bila kita memiliki paradigma yang tepat tentang apa gunanya "motivasi atau semangat hidup", maka kita akan menjaga baik-baik semangat juang tersebut.

Siapa yang bisa menjaga semangat juang ini? Siapa yang bertanggung jawab menjaga semangat kerja yang tinggi? Jawabannya tiada lain adalah DIRI KITA sendiri. Oleh karena itu, kita harus berjuang mati-matian untuk menjaga semangat hidup yang tinggi supaya tidak "patah semangat".
Faktor apa saja yang membuat semangat juang atau motivasi hidup kita ditempat kerja, menjadi "kempes"? Bila kita mampu mengenali faktor "pengempes" tersebut, maka harapan saya, kita harus menghindari faktor itu dan menjaga semaksimal mungkin "amunisi" kita. Berikut ini adalah 10 faktor yang akan menghancurkan semangat juang:
1. Hidup dan kerja tanpa tujuan yang jelas
Banyak orang yang mengeluh tentang tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu. Itu karena mereka tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, yang akan menggairahkan mereka untuk melakukan apa pun. Tanpa tujuan hidup yang jelas, hidup kita seperti sayur tanpa garam, hambar, mudah patah semangat dan mudah kalah dalam menghadapi berbagai persoalan.
Cara mengatasinya: Pikirkan "goal setting" Anda, tuliskan di secarik kertas dan tempel di ruang pribadi Anda. Lembaran ini akan menjadi pemandu langkah-langkah Anda

2. Memakai prinsip hidup yang salah yaitu "Apa kata orang lain"
Sebagi contoh, ketika kita mau membangun komunikasi yang baik dengan atasan, lalu orang lain bilang "kamu menjilat ya..." Apa respon kita? Apakah kita berhenti untuk membangun hubungan baik dengan atasan, dan mendengar komentar orang sekitar? Atau sebaliknya?
Bila tindakan kita sering didasari oleh apa kata orang lain, maka komentar negatif dari orang-orang lain, akan membunuh semangat hidup kita.
Semakin kita merenungkan kata-kata negatif dari orang lain, semakin kita tidak punya daya juang dalam menghadapi kesulitan.
Cara mengatasinya:
Ganti prinsip hidup "Apa kata orang lain", dengan prinsip hidup "Apa kata Tuhan tentang saya".

3. Hanya fokus pada hal-hal negatif saja
Banyak karyawan dan kaum profesional berfokus pada kejelekan atasan, renungkan dan menggosipkan kelemahan-kelemahan atasan, mengeluh tentang berbagai kebijakan perusahaan yang tidak disukai, dsb. Jika kita terlalu fokus pada hal-hal buruk yang terjadi di tempat kerja, maka kita akan mudah sekali patah semangat.
Sehingga kita tidak bisa melihat lagi "sisi terang" dan berbagai peluang yang muncul. Kita harus ingat rumusan ini: "ketika kita fokus pada hal-hal negatif, maka semangat juang kita akan hilang, dan sebaliknya, bila kita fokus pada hal-hal positifnya saja, maka motivasi kerja kita akan bangkit".
Cara mengatasinya:
Mulai berlatih melihat orang lain dan melihat berbagai situasi dari sisi positif. Dan selalu mengucap syukur mengenai apa saja yang kita miliki dan apa yang kita bisa. Jangan terjebak fokus pada kekurang diri sendiri.

4. No Action Planning Only
Bila kita hanya bermimpi saja, hanya bercita-cita saja, hanya merencanakan saja, tanpa tindakan konkrit, maka kaki kita akan tetap berpijak di tempat yang sama. Membosankan. Tidak ada kegairahan baru. Tidak terjadi perubahan apa-apa. Tidak ada tantangan baru. Dan pada akhirnya semangat hidup akan padam. Jadi, apabila kita sudah memiliki rencana dan tujuan yang jelas, mulailah dengan langkah pertama: bertindak!
Cara mengatasinya:
Salah satu cara terbaik supaya kita mau "loncat dari kursi" dan melangkah adalah melalui bantuan orang lain atau mentor. Minta mentor Anda untuk memberikan semangat untuk bertindak. Mentor Anda akan berfungsi sebagai pengingat sekaligus menjadi pendorong.

5. Takut salah dan takut gagal
Perasaan takut adalah hasil karya iblis yang terhebat yang ditebarkan kepada manusia. Ketika perasaan takut ini muncul, maka lidah kita akan kelu, kaki kita akan macet dan otak kita akan beku. Rasa takut salah dan gagal akan membunuh fighting spirit kita.
Cara mengatasinya:
Latihan afirmasi diri dan pengakuan iman dengan menggunakan berbagai kutipan ayat firman di Alkitab. Renungkan dan perkatakan ayat tersebut untuk menetralisir rasa takut yang muncul. Sebagai contoh, Anda bisa memakai ayat Yesaya 41:10 sebagai andalan untuk mengusir rasa takut.
Kuesioner :
Apakah Anda sering berfokus dan pikirkan hal-hal dibawah ini?

Bila hasil jawaban Anda mayoritas adalah "YA", berarti Anda potensi mudah patah semangat, tidak termotivasi, jenuh dan tidak bergairah di dalam bekerja.
Jalan keluarnya: 

Kamis, 14 Mei 2015

Konflik


SuntingPantau halaman iniTeori konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosialtidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula.



Pengertian Konflik

Konflik berasal dari kata kerja Latinconfigere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Macam-macam KonflikKonflik dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu :1. Dilihat dari segi pihak yang terlibat dalam konflikKonflik individu dengan individu.Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya.Konflik individu dengan kelompok.Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.Konflik kelompok dengan kelompok.Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai tingkatan maupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain.



Penyebab Terjadinya Konflik

Perbedaan individuSetiap individu adalah unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.Perbedaan latar belakangSeseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda yang dapat memicu konflik.Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompokSetiap individu memiliki perasaan, pendirian, dan latar belakang yang berbeda. Oleh sebab itu dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki keinginan dan tujuan yang berbeda-beda.


Contoh Konflik
Konflik tawuran antar pelajarPerkelahian atau yang sering disebut tawuran sering sekali terjadi diantara pelajar. Bahkan bukan hanya pelajar SMA. tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Tawuran yang terjadi apabila dapat dikatakan hampir setiap bulan, minggu, bahkan mungkin hari selalu terjadi antar pelajar yang kadang-kadang berujung dengan hilangnya satu nyawa pelajar secara sia-sia. Pelajar yang seharusnya menimba ilmu di sekolah untuk bekal mass depan yang lebih baik menjadi penerus bangsa malah berkeliaran diluar dan melakukan hal-hal yang dapat berakibat fatal.Menurut saya, yang harusnya patut dipertanyakan tentang tanggung jawab itu yaitu pihak keluarga mereka masing-masing. Salah satu faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar ialah ketidakmampuan orangtua menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam mendidik dan melindungi anak. Padahal, dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) pasal 26 ayat 1 telah ditegaskan bahwa orangtua berkewajiban dalam melindungi anak, baik dalam hal mengasuh, memelihara, mendidik, melindungi, maupun mengembangkan bakat anak. Menyalahkan pihak sekolah atas terjadinya tawuran merupakan sasarann yang kurang tepat karena mungkin pihak sekolah bukannya seperti menutup mata atas apa yang terjadi pada anak didiknya, tapi semua itu karena terbatasnya kewajiban mereka sebagai pendidik, yang secara tidak langsung dapat dikatakan pihak sekolah tidak dapat selalu memantau apa yang terjadi di luar sekolah karena banyaknya anak-anak yang harus mereka pantau. Dalam pandangan psikologi, setiap perilaku merupakan interaksi antara kecenderungan didalam diri indivudu (sering disebut kepribadian, walau tidak selalu tepat) dan kondisi eksternal. Begitu pula dalam hal perkelahian pelajar. Bila dijabarkan, terdapat sedikitnya 4 faktor psikologis mengapa seorang pelajar/remaja terlibat perkelahian(tawuran). Solusi untung penanganannya :Berikut ini merupakan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk menangani konflik mengenai tawuran antar pelajar yang sering terjadi di Indonesia.a. Para siswa wajib diajarkan dan memahami bahwa semua permasalahan tidak akan selesai jika cara penyelesaiannya menggunakan kekerasan.b. Melakukan komunikasi dan pendekatan secara khusus kepada para pelajar untuk mengajarkan cinta kasih.c. Pengajaran ilmu beladiri yang mempunyai prinsip penggunaan untuk menyelamatkan orang dan bukan untuk menyakiti orang lain.d. Ajarkan ilmu sosial budaya karena sangan bermanfaat untuk pelajar khususnya agar tidak salah menempatkan diri di lingkungan masyarakat.e. Bagi para orang tua, mulailah belajar jadi sahabat untuk anak-anaknya.f. Dibuatnya sekolah khusus dalam lingkungan penuh disiplin dan ketertiban bagi mereka yang terlibat tawuran.g. Perbanyak kegiatan ekstrakulikuler atau organisasi yang terdapat di sekolah.h. Diadakannya pengembangan bakat dan minat pelajar.i. Diberikannya pendidikan agama sejak usia dini,j. Boarding school (sekolah berasrama).  


Kreativitas

Kreativitasataucreativityadalah sebuah istilah yang dicetuskan olehAlfred North Whiteheaduntuk menunjukan suatu daya di alam semesta yang memungkinkan hadirnyaentitas aktualyang baru berdasarkan entitas aktual-entitas aktual yang lain.[1]Kreativitas adalah prinsip kebaruan,novelty.[2]Dalam proses menjadi, kreativitas mutlak ada.[3]jika tidak ada kreativitas, makatidak ada proses.[3]Kreativitas bukanlah entitas aktual.[1]Kreativitas adalah daya yang niscaya ada dalam proses karena adanya etintas aktual yang baru.[1]Oleh karena itu kreativitas dalam filsafat proses tidakmemiliki karakter yang terlepas dari entitas aktual yang memberikan wujud pada daya ciptanya.[1]Memahami kreativitas tidak terlepas dari pemahaman atas perwujudan entitas aktual.[1]Daya kebaruan inilah yang memperlihatkan adanya beragam entitas aktual yang ada di alam semesta.[4]Di alam semesta, entias aktual melakukan dua macam proses yang terjadi dalam kompleksitas yangtinggi.[5]Prosessubjektifikasidan prosesobjektifikasi.[6]Pada prosessubjektivikasientitas aktual berbaur dan saling berbenturan dalam [prehensi] untuk melahirkan entitas aktual yang baru.[1]Pada proses ini, Kreativitas menjadi daya pembaru.[6]Kemungkinan-kemungkinan karakter entitas aktual yang baru ditentukan melaluiprehensi.[6]Walaupun kemunkinan-kemungkinan karakter entitas aktual yang muncul ini ada karena adanya prehensi, keunikan dan kehadiran yang lain dari kemunkinan-kemungkinan karakter entitas aktual yang muncul adalah upaya dari kreativitas, daya kebaruan.[6]Pada prosesobjektivikasientitas aktual bergerak melaluikonkresiuntuk menjadidatumatau informasi bagi potensi-potensi terbentuknya entitas aktual-entitas aktual lainnya.[1]Kemunculandatumdari satu entitas aktual mungkin terjadi jika ada kreativitas.[6]Jika tidak ada Kreativitas, tidak adadatum, tidak ada entitas aktual yang lain.[6]Semuanya berada pada hal-hal yang sama.[6]Hal initidak mungkin karena bertentangan dengan beragamnya realitas.[3]Kreativitas mengungkapkan realitas keberagaman yang ada di alam semesta ini.[3]Melalui prosessubjektivikasidanobjektivikasikreativitas mutlak diperlukan karena setiap entitas aktual selalu berada dalam proses menajadi.[1]Ketika entitas aktual berada dalam proses menjadi, ia akan berada pada "hakikatnya" yang baru.[1]"Hakikat" yang baru inilah yang merupakan partisipasi kreativitas.[1]Referensi1.^abcdefghij(Indonesia)Sudarminta. 1991,Filsafat Proses, Sebuah Pengantar Sistematik Filsafat Alfred North Whitehead.Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 39.2.^(Indonesia)Albert North Whitehead.Filsafat Proses, Proses dan Realitas Dalam Kajian Kosmologi.2009, Kreasi Wacana. Hlm. 34-353.^abcd(Indonesia)Paulus Budi Kleden. 2002,Dialog Antragama Dalam Terang Filsafat Proses Alfred North Whitehead.Maumere: Ledalero. Hlm. 35-36.4.^(Inggris)Robert Audi. 1995,The Cambridge Dictionary of Philosophy.Cambridge: The Press Syndicate of the University of Cambridge. Hlm. 851-853.5.^(Indonesia)Emanuel Bria. 2008,Jika Ada Tuhan Mengapa Ada Kejahatan: Percikan Filsafat Whitehead.Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 36-38.6.^abcdefg(Inggris)John B. Cobb dan David RayGriffin. 1976,Process Theology, An Introduction. Philadelphia: The Westminster Press.Hlm. 27-28.Daftar Pustaka*.Audi, Robert (ed). 1995,The Cambridge Dictionary of Philosophy.Cambridge: The Press Syndicate of the University of Cambridge.*.Bria, Emanuel. 2008,Jika Ada Tuhan Mengapa AdaKejahatan: Percikan Filsafat Whitehead.Yogyakarta: Kanisius.*.Cobb, John B. dan David Ray Griffin. 1976,Process Theology, An Introduction.Philadelphia: The Westminster Press.*.Kleden, Paulus Budi. 2002,Dialog Antragama Dalam Terang Filsafat Proses Alfred North Whitehead.Maumere: Ledalero.*.Sudarminta. 1991,Filsafat Proses, Sebuah Pengantar Sistematik Filsafat Alfred North Whitehead.Yogyakarta: Kanisius.*.Whitehead, Albert North (terj.). 2009,Filsafat Proses, Proses dan Realitas Dalam Kajian Kosmologi.Kreasi Wacana.Wikipedia®

Semoga bermanfaat !

Minggu, 26 April 2015

MOTIVASI


Pengertian motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

Teori motivasi
Teori Kebutuhan (McClelland)

Teori kebutuhan McClelland dikemukakan oleh David McClelland dan kawan-kawannya. Teori ini berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu :

Kebutuhan akan Prestasi : Dorongan untuk berprestasi dan mengungguli.
Kebutuhan akan Kekuasaan : kebutuhan untuk memebuat orang lain berprilaku dalam suatu cara yang orang-orang itu (tanpa dipaksa) tidak akan berprilaku demikian.
Kebutuhan akan afiliasi : Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.
Beberapa orang mempunyai dorongan yang kuat sekali untuk berhasil. Mereka bergulat untuk prestasi pribadi bukannya untuk ganjaran suskes itu semata-mata. Mereka mempunyai hasrat untuk melakukan sesuatu denganlebih baik atau lebih efisien daripada yang telah dilakukan sebelumnya.

Selanjutnya, David McClelland (Mangkunegara, 2005:68) mengemukakan 6 (enam) karakteristik orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, yaitu : (1) Memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi, (2) Berani mengambil dan memikul resiko, (3) Memiliki tujuan realistik, (4) Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasikan tujuan, (5) Memanfaatkan umpan balik yang konkrit dalam semua kegiatan yang dilakukan, dan (6) Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.

Edward Murray (Mangkunegara, 2005:68-67) berpendapat bahwa karakteristik orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi adalah sebagai berikut : (1) Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, (2) Melakukan sesuatu dengan mencapai kesuksesan, (3) Menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan, (4) Berkeinginan menjadi orang terkenal dan menguasai bidang tertentu, (5) Melakukan hal yang sukar dengan hasil yang memuaskan, (6) Mengerjakan sesuatu yang sangat berarti, dan (7) Melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain.

Motivasi dalam diri : Kira-kira, menurut anda, siapakah yang berkepentingan menanamkan motivasi pada diri seseorang!? Tentu, jawabannya tergantung sikon, apa, dan siapa, serta kepentingan dan tujuan yan harus dicapai. Misalnya, di/dalam pendidikan militer, maka para calon tentara itu, diberi motivasi tinggi untuk membela negara; bagaimana dengan putera-puteri anda!? atau diri kita sendiri!? Pernah ingatkah, siapa yang pertama kali atau berperan dalam membangun/membentuk motivasi pada diri kita!? Mungkin ada atau malah tiada; atau kita bermotivasi karena hanya belajar dan melihat dari/oleh orang lain (secara terang-terangan atau pun sembunyi-sembunyi).
Ok lah. Para pakar pertumbuhan, perkembangan, pengembangan kepribadian sependapat bahwa (memiliki) motivasi yang kuat dalam diri atau pada seseorang, merupakan salah satu pendorong untuk/agar bisa meraih cicta-cita, rencana, tujuan hidup dan kehidupan. Tanpa itu, seseorang akan mengalami penumpukan diri sehingga tetap ada pada sikonnya, sementara di luar dirinya sementara dan telah mengalami kemajuan. Tanpa motivasi, maka  seseorang sulit menggapai apa yang dicita-citakan; dan bukan itu saja, ia akan tertingal jauh dari arus kemajuan di sekiaranya.


Sumber :
Wordpress.com
Wikipedia bahasa indonesia
Kompasiana.com

Sabtu, 18 April 2015

Teori kepemimpinan



1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
ü  Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
ü  Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
ü  Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
ü  Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.
2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal.
a)      Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
b)      Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yangmemberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
3. Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
 4. Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
5. Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya. 

Dalam bukunya Choice Theory, William menyebutkan 8 ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik.
  1. Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan.
Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidakadaan tujuan dan arah sering mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya.
  1. Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan.
Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas dari atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan pada bawahan  cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
  1. Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan.
Tak hanya kritik, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat memotivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi.
  1. Berikan ruang untuk kesalahan.
Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan. Terkadang kesalahan dilakukan bawahan bukan karena ia tidak becus bekerja, tapi karena ketidaktahuannya akan suatu hal.
  1. Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur.
Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya. Biarkan bawahan mengatasi kendala pekerjaannya sendiri. Namun, di sisi lain pastikan diri anda selalu ada untuk membantu saat mereka membutuhkan Anda.
  1. Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat
Seringkali bawahan anda tahu lebih banyak daripada yang anda pikir mereka ketahui. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.  
  1. Bersikaplah ramah.
Aturan mainnya sungguh sederhana. Jangan berharap orang lain bersikap ramah kepada anda  jika anda tidak ramah terhadap orang lain. Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya. Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi.
  1. Tak kenal maka tak sayang.
Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja. Kenali lebih dekat bawahan anda, dengarkan cerita dan keluh kesahnya. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari kualitas hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.
daftar pustaka
Adji,Wahyu dkk.Ekonomi untuk SMA/Ma kelas XII(hal.116-117).Jakarta.Penerbit Erlangga.2007
 

Minggu, 05 April 2015

Teori Organisasi

1.   TEORI ORGANISASI
            Manusia adalah mahluk social yang cinderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai sautu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Beberapa definisi tentang Organisasi:
            Menurut ERNEST DALE:
            Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Menurut CYRIL SOFFER:
Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
            Menurut KAST & ROSENZWEIG:
Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
            Definisi UMUM:
“Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan”
2.  STRUKTUR ORGANISASI
Robbins (2007) mendefinisikan struktur organisasi sebagai penentuan bagaimana pekerjaan dibagi, dibagi, dan dikelompokkan secara formal.
Sedangkan organisasi merupakan unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri dari dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus-menerus guna mencapai serangkaian tujuan bersama.
Dalam konteks desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.
Ada enam elemen yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketiak akan mendesain struktur organisasi. Ke-enam elemen tersebut meliputi :

1.                  Spesialisasi Pekerjaan adalah sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri
2.                  Departementalisasi adalah dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama
3.                  Rantai komando adalah garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke unit terbawah dan menjelaskan siapa yang bertanggung jawab kepada siapa. Wewenang sendiri merupakan hak yang melekat dalam sebuah posisi manajerial untuk memberikan perintah dan untuk berharap bahwa perintahnya tersebut dipatuhi
4.                  Rentang Kendali adalah jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif
5.                  Sentralisasi – Desentralisasi. Sentralisasi adalah sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi
6.                  Formalisasi adalah sejauh mana pekerjaan pekerjaan di dalam organisasi dilakukan.
7.                  Rentang kendali adalah
B. DESAIN ORGANISASI YANG UMUM

1. Struktur Sederhana (simple structure)
Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi.
Struktur sederhana paling banyak digunakan oleh usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah sama.
Kekuatan utama dari struktur sederhana ini terletak pada kesederhanaanya. Cepat, fleksibel, tidak mahal untuk dikelola, dan akuntabilitasnya jelas. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa diterapkan pada organisasi yang besar. Hal ini karena ketika diterapkan pada organisasi yang besar dimana formalisasi-nya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi akan menyebabkan kelebihan beban (overload) informasi di puncak. Pengambilan keputusan akan berjalan lambat karena tergantung kepada satu orang yaitu pemilik sekaligus pimpinan organisasi.


2. Struktur Birokrasi

Struktur birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas birokrasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali sempit, dan pengambilan keputusan mengikuti rantai komando.
Kekuatan utama birokrasi adalah terletak pada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara efisien. Menyatukan beberapa kekhususan dalam departemen-departemen fungsional menghasilkan skala ekonomi, duplikasi yang minim pada personel dan perlatan, dan karyawan memiliki kesempatan untuk berbicara “dengan bahasa yang sama” di antara rekan-rekan sejawat mereka.
Sedangkan kelemahan struktur birokrasi adalah berlebihan dalam mengikuti aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi, kurang inovatif dan birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadai masalah-masalah yang sebelumnya sudah diatur dengan jelas cara penyelesaiannya. Artinya, ketika dihadapkan pada permasalahan baru, struktur birokrasi menjadi tidak efisien lagi karena diperlukan aturan-aturan baru untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

3. Struktur Matrik

Struktur matrik adalah sebuah struktur uang menciptakan garis wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk. Struktur ini dapat ditemukan pada agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, labolatorium penelitian, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, dll.
Kekuatan departementalisasi fungsional terletak misalnya pada penyatuan para spesialis , yang meminimalkan jumlah yang diperlukan sembari memungkinkan pengumpulan dan pembagian sumber-sumber daya khusus untuk seluruh produksi.
Sedangkan kelemahannya adalah sulit mengkoordinasi tugas para spesialis fungsional yang beragam agar kegiatan mereka selesai tepat waktu dan tepat anggaran.
Karakteristik struktur matrik ia mematahkan konsep kesatuan komando. Karyawan yang berada dalam struktur matrik memiliki dua atasan (misal manajer produksi dan manajer fungsional).
Kelemahan utama dari struktur matrik adalah sering menyebabkan kebingungan yang dapat meningkatkan stres karena ada ambiguitas peran sekaligus dapat menciptakan konflik.
C. MODEL-MODEL STRUKTUR
1. Model Mekanistik
1.                  Mechanistic. Pada organisasi yang berbentuk mechanistic, terdapat ciri-ciri yaitu: adanya tingkat formalisasi yang tinggi, tingkat sentralisasi yang tinggi, training atau pengalaman kerja yang sedikit atau tidak terlalu penting, ada span of control yang lebar serta adanya komunikasi yang bersifat vertikal dan tertulis.
2.                  Mostly Mechanistic. Pada jenis organisasi ini, terdapat ciri-ciri yaitu: adanya formalisasi dan sentralisasi pada tingkat moderat, adanya training-training yang bersifat formal atau wajib, span of control yang bersifat moderat serta terjadi komunikasi tertulis maupun verbal dalam organisasi tersebut
2. Model Organik
1.                  Organic. Pada organisasi yang berbentuk organic, maka dalam organisasi ini terdapat tingkat formalisasi yang rendah, terdapat tingkat sentralisasi yang rendah, serta diperlukan training dan pengalaman untuk melakukan tugas pekerjaan. Selain itu terdapat span of control yang sempit serta adanya komunikasi horisontal dalam organisasi.
2.                  Mostly Organic Pada organisasi yang berbentuk mostly organic, formalisasi dan sentralisasi yang diterapkan berada di tingkat moderat. Selain itu diperlukan pengalaman kerja yang banyak dalam organisasi ini. Terdapat span of control yang bersifat antara moderat sampai lebar serta lebih banyak komunikasi horisontal yang bersifat verbal dalam organisasi tersebut.
D. FAKTOR PENYEBAB PERBEDAAN STRUKTUR ORGANISASI
1.                  Strategi. Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi maka logis kalau strategi dan struktur harus terkait erat. Lebih tepatnya, struktur harus mengikuti strategi
2.                  Ukuran. Ukuran adalah besarnya suatu organisasi yang terlihat dari jumlah orang dalam organisasi tersebut.
3.                  Teknologi Organisasi. Teknologi organisasi adalah dasar dari subsistem produksi, termasuk teknik dan cara yang digunakan untuk mengubah input organisasi menjadi output.
4.                  Lingkungan. Lingkungan mencakup seluruh elemen di luar lingkup organisasi. Elemen kunci mencakup industri, pemerintah, pelanggan, pemasok dan komunitas finansial.
3.    ANALISA PERBEDAAN DAN HUBUNGAN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
1.Organisasi Formal
Organisasi formal memiliki struktur organisasi jaringan yang terstruktur padu dan berkompeten terhadap posisinya, dan memiliki peranan tersendiri dalam suatu organisasi tersebut dimana ia harus bertanggung jawab atau bersifat mengharuskan terhadap peranannya.
Contoh organisasi formal :
Organisasi Kementrian Kesehatan RI

2.Organisasi Informal
Adalah suatu organisasi yang juga memiliki struktur juga namun bersifat lebih tidak representetif atau tidak terlalu membebani karena tidak semua pengurus di organisasi ini hanya bekerja pada organisasi ini saja, sebagian dari mereka bahkan memiliki pekerjaan lain yang mempunyai prioritas lebih. Organisasi informal memiliki ruang lingkup yang relative lebih kecil dibanding organisasi formal